Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu dicegah sejak dini. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan atau setelah anak lahir, tetapi juga dimulai sejak seseorang berada pada masa remaja. Berangkat dari pentingnya membangun kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melaksanakan program GEMA SEHAT (Gerakan Edukasi Masyarakat Sehat) dengan tema “Remaja Sehat, Generasi Hebat: Bekal Menuju Generasi Bebas Stunting”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 09.30–10.30 WIB di SMP Negeri 3 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, dan diikuti oleh 18 siswi kelas VII, VIII, dan IX.
Program GEMA SEHAT bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini sebagai bekal memasuki masa reproduksi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) memberikan edukasi mengenai penerapan gizi seimbang, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat yang mendukung pertumbuhan optimal. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta mengenali perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama masa pubertas.
Materi yang disampaikan juga membahas dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak. Pernikahan pada usia yang belum matang dapat meningkatkan risiko kehamilan berisiko, kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, hingga stunting. Oleh karena itu, peserta diajak memahami pentingnya mempersiapkan kesehatan fisik, mental, dan gizi sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan. Melalui edukasi ini, diharapkan remaja memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan. Penyampaian materi menggunakan media presentasi yang disertai gambar dan ilustrasi sehingga informasi dapat diterima dengan lebih jelas. Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) membuka sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, kebutuhan gizi remaja, serta pencegahan stunting. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Melalui permainan tersebut, peserta diajak mengingat kembali informasi penting mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan terbukti mampu meningkatkan partisipasi peserta sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Sebagai bentuk evaluasi, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) mengadakan sesi refleksi dan memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta untuk mengukur tingkat pemahaman mereka setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali materi mengenai pentingnya gizi seimbang, menjaga kesehatan reproduksi, serta risiko pernikahan dini terhadap terjadinya stunting. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Melalui program GEMA SEHAT, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) berharap para remaja putri semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman sebaya maupun keluarga. Dengan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan yang sehat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu dicegah sejak dini. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan atau setelah anak lahir, tetapi juga dimulai sejak seseorang berada pada masa remaja. Berangkat dari pentingnya membangun kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melaksanakan program GEMA SEHAT (Gerakan Edukasi Masyarakat Sehat) dengan tema “Remaja Sehat, Generasi Hebat: Bekal Menuju Generasi Bebas Stunting”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 09.30–10.30 WIB di SMP Negeri 3 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, dan diikuti oleh 18 siswi kelas VII, VIII, dan IX.
Program GEMA SEHAT bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini sebagai bekal memasuki masa reproduksi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) memberikan edukasi mengenai penerapan gizi seimbang, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat yang mendukung pertumbuhan optimal. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta mengenali perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama masa pubertas.
Materi yang disampaikan juga membahas dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak. Pernikahan pada usia yang belum matang dapat meningkatkan risiko kehamilan berisiko, kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, hingga stunting. Oleh karena itu, peserta diajak memahami pentingnya mempersiapkan kesehatan fisik, mental, dan gizi sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan. Melalui edukasi ini, diharapkan remaja memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan. Penyampaian materi menggunakan media presentasi yang disertai gambar dan ilustrasi sehingga informasi dapat diterima dengan lebih jelas. Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) membuka sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, kebutuhan gizi remaja, serta pencegahan stunting. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Melalui permainan tersebut, peserta diajak mengingat kembali informasi penting mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan terbukti mampu meningkatkan partisipasi peserta sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Sebagai bentuk evaluasi, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) mengadakan sesi refleksi dan memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta untuk mengukur tingkat pemahaman mereka setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali materi mengenai pentingnya gizi seimbang, menjaga kesehatan reproduksi, serta risiko pernikahan dini terhadap terjadinya stunting. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Melalui program GEMA SEHAT, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) berharap para remaja putri semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman sebaya maupun keluarga. Dengan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan yang sehat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.