Desa Slatri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN PM) 181 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melaksanakan kegiatan PILAR (Pilah Sampah dengan Benar) dan KREASI (Kreativitas dan Barang Bekas untuk Aksi Peduli Lingkungan) pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB ini bertempat di SMP Negeri 3 Satap Karangkobar, Dusun Bolang, Desa Slatri, dan diikuti oleh seluruh siswa dan siswi.
Kegiatan PILAR dan KREASI dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PM 181 UNSOED mengajak siswa untuk memahami bahwa permasalahan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan dan kepedulian bersama.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi PILAR mengenai pengertian dan jenis-jenis sampah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik beserta contoh yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah merupakan sampah yang relatif mudah terurai, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kaca, logam, dan kaleng membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
Selain mengenalkan jenis sampah, mahasiswa KKN PM 181 UNSOED juga memperkenalkan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce diterapkan dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, Reuse dilakukan dengan menggunakan kembali barang yang masih layak, sedangkan Recycle dilakukan dengan mengolah kembali sampah menjadi barang atau produk baru yang memiliki nilai guna. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa dapat menghubungkan konsep pengelolaan sampah dengan kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari.
Setelah mendapatkan materi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, kegiatan dilanjutkan dengan program KREASI melalui praktik pemanfaatan tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara langsung menerapkan prinsip Recycle sekaligus mengembangkan kreativitas dalam mengolah barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.
Dalam praktik tersebut, siswa diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan gantungan kunci, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mengolah tutup botol plastik menjadi bagian-bagian kecil, kemudian memanaskannya menggunakan setrika hingga plastik dapat dibentuk. Material yang telah diolah selanjutnya dicetak menggunakan cetakan yang telah disiapkan. Setelah mengeras, hasil karya kemudian dipasangi ring sehingga dapat digunakan sebagai gantungan kunci.
Antusiasme siswa terlihat selama proses sosialisasi maupun praktik pembuatan kerajinan. Kegiatan praktik tidak hanya memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan limbah plastik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah anorganik masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan kreatif dan tepat.
Melalui pelaksanaan PILAR dan KREASI, KKN PM 181 UNSOED berharap siswa SMP Negeri 3 Satap Karangkobar dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Selain itu, pemanfaatan barang bekas melalui kegiatan kreatif diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN PM 181 UNSOED dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus membangun kepedulian lingkungan sejak usia sekolah. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang ditanamkan sejak dini, diharapkan siswa dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Slatri secara berkelanjutan.